Sabtu, 10 Oktober 2009

GEMPA GEMPA GEMPA

Bangsa ini terhenyak tergetar lagi ketika gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter meluluh lantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober 2009, gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:

Pertama, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.

Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap hak rakyat.

Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.

Kedua, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.

Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt

Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:



17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.

Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).

Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).

David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri garis darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.

Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”

Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab.

Minggu, 09 November 2008

21.TAFAKKUR

Allah SWT telah memberikan sesuatu hal yang sangat istimewa untuk manusia yaitu berupa akal dan pikiran dan pedoman hidup berupa agama, sehingga hidupnya tidak serendah makhluk hewan.
Dengan akal inilah manusia dapat memahami pedoman hidupnya berupa agama tersebut. Dengan akal manusia dapat membedakan ,memilah dan memilih mana yang hak dan mana yang bathil,mana yang baik dan mana yang buruk,mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, mana yang membahagiakan dan mana yang justru merugikan. Oleh karenanya sudah sepantasnya jika manusia betul betul mensyukuri atas karunia dari Allah yang berupa akal tersebut.
Walau pada kenyataanya tidak semua manusia mau menyadari dan mau mensyukurinya. Banyak manusia yang akalnya hanya digunakan untuk urusan duniawi, hatinya terbuai dengan glomornya dunia semata, sehingga hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk memikirkan bagaimana cara agar harta dan kedudukan dapat tercapai,dan segala keiinginan nafsunya terpenuhi. Mereka lupa bertafakkur, yaitu merenungkan dan memikirkan kebesaran Allah SAW dengann sungguh sunguh, lupa memikirkan ayat ayat kauniyah (tanda alam) yang berada dijagad raya ini, bahkan lupa memikirkan akan kejadian dirinya sendiri. Padahal tafakkkur merupakan ibadah yang sangat tinggi nilainya.
” LAA NGIBAATADAKA TTAFAKIRUN”
“Tiada ibadah yang nilainya sebanding dengan tafakkur”

QS.Ali Imran 190-191




190. Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (QS. 3:190)

191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)
Manfaat tafakkur
1.Tafakkur terhadap ayat ayat Allah, buahnya tauhid atau yakin adanya Allah SWT.
2.Tafakkur terhadap nikmat Allah, buahnya adalah rasa cinta dan syukurnya kepada Allah.
3.Tafakkur terhadap janji janji Allah , hasilnya adalah tambah rasa cinta akan kebahagiaan akhirat.
4.Tafakkur dengan ancaman Allah , buahnya adalah kwaspadaan dalam menjauhi maksiat.
5.Tafakkur tentang sejauh mana ketaatan terhadap Allah,buahnya adalah timbul rasa takut untuk melekukan hal hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Surat Adz-Dzaariyaat (20-21)



20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, (QS. 51:20)
21. dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. 51:21)

Selasa, 04 November 2008

20.EMAS EMAS EMAS



Hukum orang lelaki memakai emas putih dan platinum, emas kuning?
Hukum lelaki memakai emas amat jelas hukumnya, iaitu haram berdasarakn begitu banyak dalil-dalil hadith, antaranya :
Ali bin Abu Talib r.a. berkata: “Rasulullah s.a.w. mengambil sutera, ia letakkan di sebelah kanannya, dan ia mengambil emas kemudian diletakkan di sebelah kirinya, lantas ia berkata: Kedua ini haram buat orang laki-laki dari umatku.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)
Tetapi Ibnu Majah menambah: “halal buat orang-orang perempuan.”
Nabi s.a.w. juga pernah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, kemudian oleh Nabi dicabutnya cincin itu dan dibuang ke tanah.
Kemudian beliau bersabda: “Salah seorang diantara kamu ini sengaja mengambil bara api kemudian ia letakkan di tangannya. Setelah Rasulullah pergi, kepada si laki-laki tersebut dikatakan: ‘Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah.’ Maka jawabnya: ‘Tidak! Demi Allah, saya tidak mengambil cincin yang telah dibuang oleh Rasulullah.’” (Riwayat Muslim)
Dan seperti cincin, menurut apa yang kita saksikan di kalangan orang-orang kaya, yaitu mereka memakai pena emas, jam emas, gelang emas, bekas penghidup rokok emas, gigi emas dan seterusnya adalah haram hukumnya.
Bagaimanapun, bagaimana pula hukum emas putih? Adakah hukumnya sama seperti emas biasa yang berwarna kuning? Untuk menjawab soalan ini, kita perlu memahami apakah itu emas secara umum. Emas adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin: ‘aurum’) dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek, mengkilap, kuning, berat, “malleable”, dan “ductile”. Emas tidak bereaksi dengan zat kimia lainnya tapi terserang oleh , fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage. Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000 derajat celcius. (http://id.wikipedia.org/wiki/Emas )
Inilah namanya emas. Sekarang, jika terbukti emas putih adalah dari jenis yang sama logamnya maka hukumnya adalah sama dengan emas kuning. Jikalau kita melihat takrif emas putih di bawah :-
White Golds: What are they?What are ‘white golds’? Are they a special form of gold? Do they contain gold? These are typical questions often asked of us. Well, they are not a special form of gold (which is why you cannot get 24 carat white gold). Actually, they are true carat golds, just like yellow or red carat gold jewellery. They are gold alloys that look white rather than yellow. The white colour is achieved by careful choice of the alloying metals, which bleach the deep yellow of pure gold. ( Rujuk : http://www.gold.org/jewellery/technology/colours/white.html
Juga disebut bahawa :-
“White gold is an alloy of gold and at least one white metal, such as silver or palladium. Like yellow gold, white gold is measured in Karats.” (http://en.wikipedia.org/wiki/White_gold)
Berdasarkan keterangan dari sumber-sumber yang berwibawa ini, saya kira adalah jelas bahawa emas putih adalah jenis logam yang sama dengan emas kuning cuma ia terdapat campuran logam berwarna putih samada dari perak atau palladium. Justeru, hukumnya adalah sama iaitu Haram buat orang lelaki dan halal bagi kaum wanita memakainya.
Adapun Platinum, ia adalah jenis logam yang berlainan
Dalam takrifannya Platinum adalah : “Platina adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pt dan nomor atom 78. Sebuah logam transisi yang berat, “malleable”, “ductile”, berharga, berwarna putih-keabuan. Platinum tahan karat dan terdapa dalam beberapa bijih nikel dan copper. Platinum digunakan dalam perhiasan, peralatan laboratorium, gigi, dan peralatan kontrol emisi mobil.” ( Rujuk : http://id.wikipedia.org/wiki/Platina )
Jelas dari penjelasan ini, bahwa emas putih bukanlah platinum sebagaimana yang didakwa beberapa pihak sehingga membawa kepada fatwa halal orang lelaki memakai emas putih kerana ia adalah platinum.
Kesimpulannya : Halal bagi lelaki memakai platinum dan haram baginya untuk memakai emas putih. Bagaimanapun yang terpilih tetap perak bagi orang lelaki, kerana ia adalah sunnah Nabi SAW jua.

Selasa, 21 Oktober 2008

19.SHILATURRAHMI




Bagi mayoritas bangsa Indonesia bulan Syawal adalah bulan shilaturrahim,bulan perajut
ukhuwwah Islamiyah. Yang semula belum kenal menjadi kenal, yang sudah kenal menjadi lebih akrab, yang jauh menjadi dekat, yang semula saling membenci menjadi saling tenggang rasa.
Dan yang paling urgen adalah saling jabat tangan dan saling bermaafan, hal ini sesuai sabda Rasulullah S.AW. Yang artinya:
“Tiadalah dua orang Muslim yang saling berjumpa kemudian saling bersalaman, kecuali akan diampuni dosa mereka berdua sebelum keduanya berpisah” (H.R. At.Tirmidzi dan abu Dawud).
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, hendaklah menghormati tamunya; dan barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhirat maka hendaklah menjaga shilaturrahim; dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaknya bicara yang baik atau diam.” (H.R. Muslim).
“ Tiadalah masuk sorga orang yang memutuskan, yakni memutuskan persaudaraan(shilaturrahim) ( H.R Muslim).

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.”(Q.S AL. Hujarat10).


“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(Q.S. AL.Hujarat 13).

Hal hal yang dapat merusak silaturrahim:
Al kadib (dusta), Ghibah (menggunjing), Namiimah (provokasi), Al Yamiinul kadzib (sumpah palsu), Tasakhor ( menglok olok), Tanaabaz (memanggil dengan julukan yang tidak disukai), Su Uzh Zhonn (buruk sangka), Inkaarul wa’d (ingkar janji).
Ghoyur/ Murtaab (cemburu), Ghairu ’Adlin (tidak adil), Khiyaanah (berkhianat). Tajassus (mencari kesalan orang lain).


”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. (Q.S. Al.hujarat 11)


” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” AlHujurat 12.

[1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya

Minggu, 14 September 2008

18.MARHABAN YA RAMADHAN


Ramadhan ….
Bulan penuh fadhilah, bulan penuh harapan, bulan penuh rahmat, bulan pelebur dosa, dan segala amal kebajikan dilipat gandakan pahalanya.

Ramadhan……….
Bulan pesta kebajikan , bulan untuk peningkatan ibadah, dan bulan untuk bersih diri dari noda maksiyat

Ramadhan…….
Manusia diuji ketaatanya kepada Allah,kecintaanya terhadap Rasul, dan untuk berbuat ikhlas.

Sabtu, 13 September 2008

17.JIWA MERDEKA


Proses terbentuknya jiwa merdeka akan berlangsung terus.
Tetapi tampaknya, melihat fakta yang terjadi saat ini cita-cita mewujudkan jiwa merdeka “simpangannya” semakin jauh dari peta pendidikan nasional yang sudah digambarkan.Ketika pendidikan hanya sebatas pengajaran, maka intelektualisme tidak dapat lagi dihindari.
Akibatnya pengetahuan yang diperoleh sebatas untuk diketahui, bukan untuk diamalkan. Jika pun diimplementasikan maka akan mengutamakan kenikmatan hidup pribadi dengan mengabaikan kepentingan hidup bersama. Segala hal dipandang dari sisi benar salah dan mengabaikan baik buruk. Apalagi penghargaan terhadap nilai-nilai keindahan, jauh dari garapan pengajaran.Ketika kelulusan dan kenaikan kelas diukur dari capaian angka-angka kognitif semata dan mengabaikan sikap, perilaku, budi pekerti apalagi kecakapan motorik siswa, maka arah menuju intelektualisme semakin kentara. Pengajaran yang seharusnya hanya menjadi bagian dari pendidikan malah mengambil peran lebih kuat.Taman kanak-kanak dituntut mengajarkan membaca, menulis dan berhitung. Sekolah dasar dituntut mengajarkan kajian matematis dan bahasa asing. Sekolah menengah mengutamakan mata pelajaran bidang akademis dan mengesampingkan pembentukan watak dan penanaman nilai. Perguruan tinggi hanya mengkaji teori tanpa implementasi. Semua itu menunjukkan kuatnya dominasi pengajaran daripada pendidikan.Jika kemudian tamatan sekolah tidak mampu berkarya di masyarakat, merupakan konsekuensi logis dari berkuasanya pengajaran terhadap pendidikan.Pengajaran telah menghasilkan manusia canggung dalam hidupnya di masyarakat. Mereka hanya bisa hidup cemanthel pada orang lain. Akibatnya, hidup dan kehidupannya tergantung pada orang lain. Jika yang dijadikan tempat cemanthel jatuh, jatuh pulalah mereka. Benarlah olok-olok Ki Hadjar Dewantara, cicak yang tidak sekolah tahu di mana ia dapat mencari makan, tetapi manusia yang pernah sekolah tidak tahu di mana ia harus mencari makan.Slogan Tutwuri Handayani tidak bebas makna. Tutwuri berarti pemimpin mengikuti dari belakang, memberi kemerdekaan bergerak kepada yang dipimpinnya. Handayani berarti mempengaruhi dengan daya kekuatan, jika perlu dengan paksaan. Hal itu dilakukan apabila kebebasan yang diberikan dipergunakan menyeleweng yang membahayakan bagi dirinya dan orang lain.Itulah yang disebut sebagai sistem among. Para pemimpin, termasuk siapapun, adalah pamong. Pamong, bertugas ngemong, ialah memberi kebebasan bergerak menurut kemauan tetapi harus bertindak apabila kebebasan itu berakibat membahayakan keselamatan yang diemong.Kalau dicermati, kebijakan dalam bidang pendidikan akhir-akhir ini kental nuansa otoritas. Seolah-olah penguasa yang paling tahu dan mampu menyelenggarakan sistem pendidikan.Salah satu akibatnya semua hal tentang pendidikan serba diatur tanpa memberikan peluang otonomi. Penyelenggaraan pendidikan mengarah pada konformitas. Konformitas itulah yang berbahaya, sebab dapat mematikan identitas diri.Pola konformitas tidak mendukung terciptanya pribadi-pribadi yang mandiri. Para siswa dianggap sebagai orang yang terus menerus diperintah. Padahal, tuntutan di masa sekarang memerlukan pribadi-pribadi yang lebih independen, tidak selalu bergantung pada perintah. Itulah akibat jika tutwuri handayani ditinggalkan.Setelah kemerdekaan politik hampir 63 tahun dilalui, ternyata jiwa merdeka bangsa ini belum tumbuh sempurna. Hal itu setidaknya disebabkan oleh dua hal. Ialah; (1) Pendidikan dan pengajaran kita belum memadai untuk terwujudnya cita-cita luhur bangsa Indonesia. Meskipun sebagian kecil warga negara sudah dapat mengenyam pendidikan yang tinggi, tetapi tidak sedikit pula yang masih buta huruf, tidak terlayani pendidikan dan kehidupannya masih tergantung pada orang lain. (2) Isi dan cara-cara pendidikan dewasa ini belum memerdekakan. Kuatnya sistem birokrasi pendidikan tidak jauh dari otoritarisasi pendidikan yang feodalistik menyebabkan hilangnya identitas diri dan menghambat tumbuhnya inovasi kreasi.Untuk mengatasi hal itu peta pendidikan nasional yang pernah dibuat perlu direntang kembali. Dengan tetap berupaya memperluas dan memeratakan pendidikan untuk seluruh rakyat, maka mengubah dan memperbaharui sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan cita-cita manusia berjiwa merdeka harus dilakukan.

16.EMPAT HAL


Allah SWT menciptakan alam raya di isi dengan berbagai macam mahluk, dantaranya:
A. Makhluk jamad yaitu makhluk yang berupa benda mati tanpa kehidupan seperti, tanah, air, udara,bebabtuan dan lain-lain.
B. Makhluk nabati yaitu makhluk yang berupa flora/ tumbuh-tumbuhan, yang diberi jasad dan kehidupan tetapi tidak diberi indera.
C. Makhluk hayawani yaitumakhluk yang berupa hewan/fauna, yang diberi jasad,kehidupan, indera, nafsu, namun tidak diberi akal.
D. Insan, yaitu makhluk yang diberi jasad, kehidupan (ruh), indera,dan akal.
Sedangkan Malaikat dan jin serta syetan adalah penhuni alam ghaib.
Diantara makhluk-makhluk ciptaan Allah, manusialah yang diciptakan dengan sebaik baik ciptaan.

”Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS.At Tiin:4)
Oleh karena itu manusialah yang diberi wewenang untuk menjadi khalifah diatas bumi, sekaligus diberi bekal berupa alam seisinya, sedangkan untuk mengolahnya manusia diberi akal.
Selanjutnya agar akal tidak salah langkah, Allah memberi semacam buku pintar berupa agama, dengan demikian selagi manusia masih berpegang pada ajaran agama maka ia akan selamat.
Agama dan akal inilah yang dikatakan Rasulullah sebagai permata anak Adam.
” Ada empat permata pada diri anak adam yang dapat sirna karena empat hal lainya. Adapun keempat permata itu adalah, akal, agama, rasa malu, dan amal shaleh.. Kemarahan bisa menghilangkan akal sehat, dengki dapat menghilangkan agama, tamak dapat menghilangkan rasa malu, dan ghibah/mengumpat dapat menghilangkan amal shaleh” (H.R.Ibnu Hajar ).

1.Akal manusia di anggap mutiara karena dengan akal yang sehat manusia dapat membedakan mana yang hak dan mana kewajiban, mana yang haram dan mana yang wajib, mana yang menyelamatkan dan mana yang menyesatkan dan lain-lain.
Namun satu hal yang dapat menghilangkan akal sehat yaitu marah, karena apabila orang sudah marah dan tidak bisa mengendalikan nafsu amarahnya maka yang ada hanyalah akal yang tidak sehat, sehingga tidak peduli lagi apa yang dilakukan apakah itu benar atau salah, baik atau buruk. Menguntungkan atau merugikan. Yang penting ada kemauan dan kemampuan untuk berbuat. Yang pada akhirnya adalah penyesalan yang kadang sulit diobati.

2.Agama dianggap sebagai mutiara karena Agama merupakan sebagai pembimbing akal dan sebagai barometer tentang benar dan salah, namun bila seseorang dihinggapi rasa dengki/ hasud maka nilai agamanya akan hilang.
” Jauhilah oleh kalian hasud, karena hasud itu memakan kebaikan bagaikan api memakan kayu bakar” (H.R. Abu Dawud)

3. Sifat malu adalah merupakan indikasi seorang mukmin.” AL HAYAAA U MINAL IIMAAN” ( malu adalah bagian dari iman ). Dalam arti malu jadi benalu atau malu minta melulu. Namun bila seseorang dihinggapi sifat tamak dan rakus maka rasa malupun akan sirna. Dia tidak peduli dicemooh tak peduli iman menipis yang penting memperoleh bagian lebih banyak.

4. Amal shaleh akan sirna apabila seseorang sering melakukan ghibah /mengumpat.

15. BRUTAL


KENAPA MUSTI BRUTAL.....
KENAPA MUSTI KEKERASAN..
KENAPA PEMAKSA-AN.....
TIDAK ADAKAH CARA LAIN....




Demi masa Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS.Al-Asyr:1,2,3)

Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (QS.Yunus:99)

14. KEBANGKITAN NASIONAL



Tanggal 20 Mei ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai hari Kebangkitan Nasional.
BOEDI OETOMO Adalah nama organisasi yang didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Soediro Hoesodo dan Dr. Soetomo. Dan sejak saat itu muncul berbagai organisasi bertaraf nasional yang mayoritas bertujuan untuk memperjuangkan terwujudnya kemerdekaan, karena dengan kemerdekaan maka bebas untuk menentukan nasib sendiri.
Bangsa Indonesia yang mayoritas beragama islam termotifasi oleh kitab sucinya untuk berjuang dijalan Allah sehingga rela mengorbankan jiwa raga dan hartanya
20. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. (QS. At taubah 20)
Dan berkat rahmat Allah SWT, perjuangan mereka menjadi kenyataan dan terwujudlah apa yang di cita-citakan, yaitu Negara merdeka, yang diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945.
Setelah sekian lama merdeka, lepas dari penjajah ternyata bangsa ini masih harus lebih bankit kembali untuk mengatasi tantangan yang perlu diatasi dan diperjuangkan, baik tantangan dari intern seperti kemungkaran, kezhaliman, kemunafikan,kemalasan, keterbelakangan maupun tantangan dari luar yaitu sapa hayoooooooo.
134. Barangsiapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena disisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS.An nissa 134)

13.AMAL



Jangan sekali-kali membanggakan amal yang telah dilakukan, karena berapapun banyaknya amal yang telah dilakukan, tetap saja tidak akan tahu apa amal itu sebenarnya.. Boleh jadi dalam melakukan suatu kebaikan tanpa disadari didalam hati terbersit perasaan bangga. Padahal dalam pandangan Allah bisa jadi belum melakukan apa-apa. Karena Allah Maha Tahu bisikan –bisikan hati yang tulus maupun yang suka mencari muka.


"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)"

60. Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan[481], kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan." (QS.Al-An’am ayat 59- 60)
[481]. Kamu ditidurkan di malam hari dan dibangunkan di siang hari, supaya dengan perputaran waktu itu habislah umurmu yang telah ditentukan.

Jelaslah apa saja aktifitas yang dilakukan manusia, Allah mengetahuinya secara detail. Tidak ada sebesar partikelpun yang terlewatkan baik itu aktifitas lahir maupun batin seperti rencana-rencana yang tersimpan dalam imajinasi. Allah mengetahui apakah rencana-rencana itu bermanfaat bagi orang lain atau tidak.

Kita bisa belajar dari beberapa kasus diantaranya:
1.Ketika iblis dengan bangganya mengatakan


"Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS.Shad 76).

2.Kasus Qorun pada jamanya nabi Musa AS.
Qorun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka.” (QS.Al Qashash ayat 78).

Disini Qarun lupa bahwa ilmu yang ada padanya hakekatnya karunia dan amanah Allah, yang seharusnya menjadikanya sebagai orang yang takut; jangan-jangan harta yang ia miliki menjauhkan dirinya dari Allah. Namun, Qarun sudah mabuk denga hartanya . Sehingga Allah Yang Maha Kaya dan Maha Kuasa mengambil kembali harta Qarun dan menimbunya bersama hartanya tersebut.

Lalu bagaimana seharusnya?........................
1.Kita dapat bercermin kepada nabi Sulaiman As, yang kekayaanya dan kekuasaanya tidak ada yang menandingi, namun beliau dengan rendah hati mengatakan:



Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia." (QS.An-Naml ayat 40).
[1097]. Al Kitab di sini maksudnya: ialah Kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur.
2.Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW.
Pada saat dia mengerjakan shalat .Diriwayatkan dari Mughirah bin Syu’bah Nabi SAW.mengerjakan shalat hingga kedua kakinya bengkak. Kemudian beliau ditanya. ”Mengapa engkau melakukan seberat ini, sedangkan Allah telah mengampuni dosa engkau yang telah lalu dan yang akan datang?”
Jawab beliau,” Apakah aku tidak akan menjadi hamba (Allah) yang pandai bersyukur?”
(HR.Muslim).

12.HATI


Setiap manusia mendambakan kedamaian dan kebahagiaan hidup, dan berbagai cara ditempuh untuk meraihnya. Ada yang berusaha mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, dan ada yang mencari popularitas setinggi-tingginya.Untuk mencapai tahapan tersebut terkadang ia tidak peduli orang lain menderita dan sengsara karena ulahnya. Baginya yang penting harta dan popularitas tercapai dan orang-orang menaruh hormat dihadapanya.
Sebagai manusia yang beragama, kedamaian dan kebahagiaan yang sejati tidak terletak pada banyaknya harta dan tingginya popularitas, tetapi terletak pada hati yang terbimbing oleh rahmat dan hidayah Allah. Hati yang didalamnya Allah berkenan memasukan cahanya Nya, sehingga semua bentuk yang merusak hati dibersihkan.
“Bumi dan langit Ku tidak dapat memuat Ku, tetapi yang dapat memuat Ku adalah hati hambaku yang beriman” ( khadist qudsi).

“Sesungguhnya Allah mempunyai wadah yang berada pada penduduk bumi, dan wadah Rabb kalian adalah hati hamba-hambaNya yang shaleh, dan diantara mereka yang paling disukai-Nya adalah yang paling lemah lembut hatinya”. ( HR Thabrani ).

Hati lemah lembut adalah hati yang mampu menangkap isyarat-isyarat illahiyah yang terjadi baik yang bersumber dari peristiwa pribadi maupun peristiwa yang terjadi disekitarnya. Yang pada giliranya dirinya menjadi manusia yang terjaga dari perbuatan-perbuatan yng dibenci oleh Allah SWT, ia lebih suka mengkonsumsi makanan yang halal meskipun sangat sederhana, makanan itu sangat nikmat baginya. Dan dunia seisinya ini bagaikan berada dalam genggamanya.

“Barang siapa yang damai hatinya, sehat badanya, ada makanan untuk dimakanya sehari itu, seakan telah berkumpul pada tanganya dunia seisinya”. (HR. Tirmidzi)

Nabi Muhammad SAW. Menempatkan kedamaian hati pada tingkat pertama untuk meraih kebahagiaan hidup. Jika hati kotor atau rusak. Dapat dipastikan kegelisahan dan penderitaanlah yang akan di alami

Nabi Isya AS, bersabda:
”Beruntunglah orang yang menjaga lidahnya, yang memiliki rumah sesuai dengan kebutuhanya, dan yang membersihkan dosa-dosanya”.

“Janganlah banyak berbicara tanpa menyebut nama Tuhan. Jika tidak, hatimu akan mengeras, dan hati yang keras itu jauh dari Tuhan, tapi kalian tidak mengetahuinya. Janganlah membahas dosa orang lain se akan-akan kamu adalah Tuhan, tetapi hitunglah dosa itu dalam kedudukanmu sebagai hamba. Ada dua macam manusia: manusia sehat dan manusia sakit. Berbuat baiklah kepada yang sakit dan bersyukurlah kepada Tuhan atas kesehatan yang dikaruniakan-Nya”.

11.DISIPLIN

11.DISIPLIN

Disiplin dalam Islam disebut istiqamah, yaitu teguh pendirian atau patuh dalam tauhid dan tetap menjalankan amal saleh atau kebaikan. Bagi orang yang istiqomah tidak akan ada rasa sedih dan khawatir, karena mereka meyakini betul-betul akan kebenaran agamanya.
Salah satu sarana dalam menegakan disiplin adalah pengendalian diri dan selalu berupaya untuk melakukan kebaikan dan menghindari kejahatan.
Islam mengajarkan disiplin yang terkait dengan perilaku shalat yang merupakan tiang agama.
Bila dikaji dan digali disiplin dalam shalat adalah sebagai berikut:
1.Displin waktu



” Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
(QS.An Nisaa’ ayat 103).

”Demi waktu sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS.AL’Ashr ayat 1-2-3).
2.Disiplin bersih
”Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersih” (QS.Al Baqarah ayat 222).
3.Disiplin terhadap perintah pimpinan
”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul dan pimpinan diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (QS. An Nisaa’ ayat 59).

4.Disiplin kebersamaan dan kesetiakawanan

”Sesunguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (QS.Al Hujarat ayat10).
”Tidak sempurna iman seseorang, sehingga ia mencintai saudaranya seperti apa yang ia cintai untuk dirinya” (H.R.Bukhari,Muslim dan An Nasa’i dan Anas).

5.Disiplin tertib dan berurutan


”Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu pekerjaan), kerjakanlah sungguh-sungguh (pekerjaan) selanjutnya” (QS.Alam Nasyrah ayat 7).

6.Disiplin keserasian perilaku jasmaniah dan rokhaniah


”supaya kamu jangan melampaui batas tentang keseimbangan itu” (QS.Ar Rahman ayt 8)

7.Disiplin tugas
”Sesungguhnya Allah menyukai orang yang apabila mengerjakan sesuatu, dia kerjakan dengan baik” (HR.Al Baihaqy danAisyah)
8.Displin dalam meningkatkan kualitas



”Allah mengangkat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang memiliki ilmu beberapa derajat”. (QS.Al Mujadallah ayat 11)

”Apakah manusia menyangka bahwa mereka dibiarkan saja, mengatakan: kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS.AL Ankabut ayat 2).

9.Disiplin dalam menuntut ilmu
”Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS.AL Alaq ayat 1s/5}.
“Menuntut ilmu diwajibkan bagi kaum muslimin dan muslimat”. (HR Ibnu Majah&Anas)
“Tuntutlah ilmu dari buaiyan sampai keliang kubur” ( Al hadist)
“Tuntutlah ilmu meskipun sampai Kenegeri China, karena menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim”. (HR.Al Uqaily, Ibnu ‘Ady dan Al Baihaqy).
10.Disiplin etika


“Ajaklah (manusia) kepada jalan Tuhan dengan hikmah (ber etika) dan berilah pelajaran yang baik (berlogika) dan berdiskusilah dengan mereka untuk menghasilkan yang baik (ber estetika)”. (QS. An Nahl ayat 125)
11.Displin mencegah yang dilarang.


”Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS.Al Ankabut 45 )
Balasan bagi orang yang istiqamah dalam keimanan dan ketakwaan adalah kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal didalamnya, sebagai balasan atas apa yang tekah mereka kerjakan” (QS.Ahqaaf ayat 14).

10.PRINSIP KESEIMBANGAN


Nabi Muhammad saw adalah sosok yang giat dalam mencari kehidupan, namun beliau tidak menjadikan harta sebagai tujuan hidup, tetapi harta dan penghidupan itu sekedar alat/sarana untuk mencapai tujuan. Didalam islam telah dirumuskan, bahwa semua pekerjaan yang halal dianggap mulia dan pekerjaan yang haram dianggap hina. Islam tidak membatasi jenis usaha, yang dibatasi adalah pelaksanaanya jangan sampai terjadi kebathilan. Dalam berusaha tentulah keuntungan yang dicari, tapi hendaklah tidak merugikan orang lain. Dengan demikian terjadilah prinsip saling menguntungkan yang saling berkeseimbangan antara masing masing pihak.
Dalam ajaranya yang bersumber dari Alquran dan Alhadist tidak ada penghilangan hawa nafsu yang umumnya selalu berorientasi kepada duniawi, tetapi bagaimana seharusnya akal pikiran mengaturnya dan jiwa (hati nurani) mengemudikanya.agar senantiasa terpelihara keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan yang antara lain: :

1.Keseimbangan dalam pemakaian harta.
Islam menetapkan bahwa harta yang diusahakan dengan pikiran dan tenaga merupakan amanah Allah yang harus dipergunakan dengan sebaik baiknya,melalui prinsip keseimbangan tidak boros dan kikir.
” Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara sudara setan, dan setan itu adalah sangat ingkar kepada tuhanya” (Qs. Al Israa’ ayat 27)
”Dan janganlah kamu jadikan tanganya terbelenggu pada lehermu (kikir) dan janganlah kamu terlalu mengulurkanya (boros), karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal". (Qs.Al Israa’ ayat 29 ).

2.Keseimbangan amal duniawi dan uhrawi
Manusia tidak dibenarkan mengabaikan kesejahteraan duniawi karena mengejar kesejahteraan uhrawi, dan juga tidak dibenarkan meninggalkan kesejahteraan uhrawi karena mengejar kesejahteraan duniawi.
Untuk mencapai prinsip keseimbangan duniawi dan uhrawi, islam memberikan arah yang jelas bagaimana upaya untuk mendapatkan kesenangan duniawi secara sah dan halal, dan bagaimana pula memperoleh kebahagiaan uhrawi secara benar dan tidak menyesatkan.
”Dan carilah melalui sesuatu (nikmat) yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat kerusakan”. (Qs. Al Qashas ayat 77).

3.Keseimbangan ibadah dan amal
Islam memiliki ajaran yang membentangkan dua lini komunikasi yang harmonis, yaitu lini vertikal yang mengatur tata hubungan antara manusia dengan tuhanya dalam hal ibadah (’ubudiyah) dan lini horisontal yang mengatur hubungan antara sesama manusia dan mahluk lainya dalam bentangan amaliah sosial (mu’amalah).
"Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Qs.Ali Imran ayat 112).

4.Keseimbangan antara iman dan amal
Keimanan adalah segi yang amat mendasar dalam islam, sehingga ditetapkanlah sebagai indikator yang membedakan seseorang apakah ia kafir atau mukmin,apakah ia ahli surga atau penghuni neraka.
Iman akan berarti bila di ikuti dengan amal yang saleh, dan amal yang saleh tidak diterima oleh Allah tanpa disertai iman. Ini berarti antara iman dan amal tidak boleh dipisahkan, dan keduanya harus berkeseimbangan.

”’Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut (nama) Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat- ayat –Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal. Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan membelanjakan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhanya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia” (Qs.Al Anfaal ayat 2,3,4)

5. Keseimbangan kegiatan produktif dengan kebutuhan konsumtif.
Kebutuhan produktif dan konsumtif seseorang sangatlah dipengaruhi oleh nafsu, akal dan pikiran serta jiwanya. Nafsu yang besar akan kebutuhan konsumtif akan dapat berubah menjadi semangat yang besar untuk melakukan kegiatan produktif, apabila akal yang sehat dapat mengaturnya dan jiwa yang bersih dapat mengendalikanya.
”Dialah yang telah menjadikan bumi yang mudah dipergunakan untuk kepentingan kamu. Maka berjalanlah pada penjuru-penjurunya, dan makanlah dari rezeki-Nya, dan kepada Allah tempat kembali”. (Qs.Al Mulk ayat 15)
”Dia (Allah) telah menciptakan kamu dan bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya” .(Qs. Hud ayat 61)

9.KEUTAMAAN HARI JUMAT


1. Hari Terbaik
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada:
"Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada Jumat"
2. Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda:
" Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

3. Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya. Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab z menjelaskan:
"Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".( Mauquf Shahih)

4. Hari tatkala Allah SWT menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga. Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".


6. Hari dihapuskannya dosa-dosa.
Salman Al Farisi berkata : Rasulullah bersabda:
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7. Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.
Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda:
"Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah".
(HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8. Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah bersabda:
"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

ORANG-ORANG


ORANG ORANG YANG DIDOAKAN OLEH PARA MALAIKAT

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan
mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"
(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa
ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu".
(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia
melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang
ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)

9. Orang - orang yang berinfak.Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya
berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"
(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.
Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan
oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat
kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"
(Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)


-----
Sumber Tulisan Oleh :
Syaikh Dr. Fadhl Ilahi (Orang -orang yang Didoakan
Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir,
Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005.

7. VALENTINE'S DAY


Menjelang pertengahan bulan Pebruari, kita menyaksikan banyak media massa, mall mall, kafe, tempat hiburan, berlomba menarik perhatian khususnya kawula muda, dengan menawarkan acara-acara pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam. Semua itu bermuara pada satu momentum yang disebut Valentene’s Day atau biasa dikenal dengan hari kasih sayang. Tepatnya tanggal 14 Pebruari. Mereka saling mengucapkan selamat, berkirim kartu, bunga, saling curhat, saling menyatakan cinta, bahkan ada yang lebih jauh lagi dari batas batas norma kesusilaan. Suatu acara yang senada dengan perkembangan gejolak jiwa kaum remaja yang terkadang tidak peduli apa faedah, segi positip dan negatifnya, tak peduli pencetusnya, bahkan tak peduli apa hukumnya bagi umat islam.
Islam sebenarnya tidak melarang seseorang menyatakan cintanya kepada lain jenis, karena cinta dan kasih sayang adalah fitrah pemberian Allah SWT. Bahkan lewat cinta dan kasih sayang itulah bisa terjalin kelurga sakinah, keluarga yang tenteram dan damai.




QS ArRum21 “Dan tanda-tanda kekuasaan-Nya
ialah menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadika-Nya diantaramu rasa kasih dan saying. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Nikah adalah termasuk sunnahku, dan barang siapa yang benci akan pernikahan, maka tidak termasuk golonganku” (AL Hadist).
Dari ayat AlQuran dan AL Hadist diatas maka jelaslah letak perbedaan kasih sayang yang dimaksud pada hari Valentene’s Day. Oleh karenanya bagi para muda yang sudah siap dan punya modal segeralah menentukan cintanya dan segera khitah ,lalu mengadakan upacara pernikahan dengan walimahnya secara islam.
Dan satu hal yang perlu di ingat bahwa hidup didunia pada abad millennium sekarang ini penuh tantangan, teknologi semakin canggih, kebutuhan hidup semakin meningkat, lahan semakin sempit, penghuni dunia semakin berpacu. Kalau hanya sibuk dengan cinta dan berkasih sayang, sementara keterampilan dan teknologi yang mestinya di kuasai terabaikan maka jelaslah akan selalu ketinggalan

6.HAK DAN KEWAJIBAN


Ketika mantan Presiden RI Suharto terkulai opname dirumah sakit Pertamina Jakarta sejak awal Januari 2008 hingga wafat, tidak sedikit sanak keluarga yang menjenguk bahkan yang berkaliber nasional maupun internasional serta yang masa ke Pemimpinanya merasa tersakiti juga tak ketinggalan.Dan bila ditelusuri maksud kunjunganya ternyata tidaklah sama. Ada yang berkunjung karena rasa simpatiknya kepada beliau, ada yang merasa keluarga dekat, ada yang merasa karena berhutang budi. Ada yang merasa kasihan dan banyak lagi berbagai macam kepentingan.
Lepas dari permasalahan diatas Rasulullah SAW telah memberikan tausiahnya kepada umat islam sebagai berikut,”Hak Muslim atas Muslim lainya itu ada enam macam: Apabila engkau ketemu dia hendaklah enkau beri salam kepadanya, dan apabila dia mengundangmu maka penuhilah undanganya, dan apabila ia minta nasehat maka nasehatilah, dan bila ia bersin mengucapkan Alhamdulillah hendaklah engkau doakan, dan apabila ia sakit maka jenguklah ia, dan apabila ia mati maka hendaklah engkau iringi jenazahnya” (HR. Muslim)

5.HARI AHIR



Salah satu rukun iman yang enam adalah iman kepada hari akhir. Rasulullah dalam banyak sabdanya sering mengkaitkan keimanan kepada Allah dengan adanya hari akhir dikandung maksud agar manusia senantiasa sadar akan adanya hari dimana seluruh perbuatanya akan dipertanggung jawabkan, sekali gus sebagai peringatan bahwa dunia itu bukan negeri keabadian, tetapi hanya tempat persinggahan dari suatu perjalanan yang panjang.
Keyakinan kepada hari akhir akan menjadikan seseorang akan menhitung untung dan ruginya dalam mempertahankan dunia yang mereka kejar. Nabi kita yang mulia begitu banyak membuat perumpamaan tentang fitnah dunia yang sering menggelincirkan manusia, dan pada saat yang sama beliau juga mengingatkan akan nikmat nya surga dan pedihnya azab neraka,yang keduanya kekal dan abadi. Peringatan itu dimaksudkan agar umatnya waspada akan godaan dunia yang penuh tipu daya, juga agar hati dan jiwa selalu ingat akan negeri akhirat. Hanya dengan cara seperti itulah manusia akan ter bebas dari segala kesedihan dan kegundahan akan urusan dunia mereka. Karena tidak ada kesusahan dan kesengsaraan yang hakiki kecuali dineraka dan tidak ada tidak ada kebahagiaan yang hakiki kecuali di syurga.
Seringkali manusia berputus asa karena sulitnya penghidupan mereka, lalu berburuk sangka terhadap ketentuan dan ketetapan takdir atasnya. Sebaliknya manusia mudah berbangga dan menyandarkan kemuliaan hidup mereka pada harta dan nilai nilai dunia semata, hal yang bersifat fisik sering diutamakan di banding dengan nilai keshalihan dan ketakwaan, akibatnya banyak manusia yang terkena penyakit hati yang mematikan, baik saat mereka mendapat karunia nikmat kebendaan maupun pada saat mereka mengalami musibah.
Rasulullah bersabda:”celakalah budak dinar dan celakalah budak dirham, celaka sungguh ia akan celaka, jika ia terkena duri niscaya ia tidak akan sanggup mencabutnya”.

Allah berfirman ( AL Fajr ayat 15 -16 )
Adapun manusia, apabila tuhanya mengujinya lalu dimuliakan-nya dan diberinya kesenengan, maka ia berkata tuhanku telah memuliakanku” Adapun bila tuhanya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka ia berkata tuhanku menghinakanku”
Manusia celaka adalah mereka yang berani menetapkan standar kebahagiaan dan kesengsaraan berdasarkan pandangan dunia. Padahal Allah tidak pernah melihat kepada fisik dan bentuk wajah seseorang, yang dilihat dan dinilai hanyalah ketakwaan yang ada pada dirinya. Seorang budak hitam yang buruk rupa yang bertakwa, lebih baik dan lebih mulia dari seorang merdeka yang berwajah rupawan namun kufur dan ingkar.harga mereka disisi Allah tidak lebih dari seekoe binatang, bahkan binatang itu lebih tinggi nilainya.
Allah berfirman (AL Araf 179 )
“Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk memahami ayat ayat Allah, dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda tanda kekuasaan Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat ayat Allah, mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.

4.MENGAPA MENDIDIK


Untuk menjawab pertanyaan diatas, kita sebagai orang tua mestilah harus mengerti lebih dahulu siapa kita dan dari mana kita hidup,untuk apa kita hidup, dan ada apa setelah kita hidup.
Tanpa memahami semua jawab dari pertanyaan diatas, kita tidak akan mempunyai gairah dan minat untuk mendidik anak kearah kebaikan.
Buat apa mendidik yang tentunya memerlukan curahan hati, buat apa mendidik yang tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan kita masih membutuhkan kesenangan yang lain?, Buat apa mendidik yang tentunya memerlukan energi yang tidak sedikit,sedangkan kita masih ingin hidup seratus tahun lagi?.
Itulah pendapat orang yang tidak mempunyai pemahaman tentang kehidupan, hidupnya menerawang tanpa hidayah. Kata katanya hanya keluar dari tenggorokan dan meluncur lewat lidah tanpa pendalaman dan tujuan, hidupnya hanyalah sekedar mengisi perut dan melampiaskan hawa nafsu angkara.
Padahal apakah hakekat hidup, bila generasi berikutnya hanya menjadi sampah masyarakat?.Apakah hakekat kebahagiaan bila kita melihat generasi berikutnya menjadi musuh kehidupan? Apakah hakekat harta benda bertumpuk apabila generasi berikutnya menjalani hidup yang nista?.
Bukankah anak anak kita juga merupakan salah satu sosok wajah kita?, merupakan layar yang dibaca orang dan bangsa lain? dan lebih dari semua itu, anak adalah suatu petaruh yang diamanatkan ALLAH kepada kita. Karenanya apa yang kita perbuat terhadap mereka, kita yakin ada hubungan yang erat antara mendidik anak dengan nasib kita dialam sesudah kehidupan ini yakni alam akhirat.

SIAPA DARI MANA DAN UNTUK APA KITA HIDUP



“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” An Nahl ayat 78
Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu (pangkal ayat diatas). Tentu saja hendaknya akibat dari perkawinan yang syah, sesuai dengan hukum Allah. Ketika lahir manusia tidak mengetahui apa apa, kemudian Allah memberi pendengaran, penglihatan dan hati, untuk apa semua itu? Tak lain agar manusia pandai bersyukur.
Bersyukur bukan sekedar ucapan terimakasih yang meluncur dari bibir, tetapi menggunakan segala pemberiannya untuk berbakti dan bertakwa kepadanya.
Unuk bersyukur tersebut apakah anak yang baru lahir itu dalam perkembanganya secara otomatis mengetahui dengan sendirinya?
Disnilah letak titik tumpu masalahnya, disnilah letak pentingnya bimbingan orang tua kepada anak agar dapat menjadi manusia yang bertakwa dan berbakti kepada Allah dengan segala dimensinya.
Bila tujuan hidup manusia semata mata dunia, maka mendidik tidaklah terlalu penting diarahkaan kepada pendidikan moral. Karena bila harta dunia telah tercapai apakah gunanya kepentingan moral? Yang penting adalah kecerdasan dan intelektualitas serta kesenangan duniawi dan kemasyhuran, dan bila itu telah tercapai pastilah orang akan menaruh hormat dan menundukan kepala
Tetapi bila tujuan hidup seseorang selain dunia juga akhirat, maka mendidik adalah suatu hal yang penting,dan tentu saja pendidikan diarahkan terhadap titik tumpu dari tujuan hidup yang diridlai Allah, yakni agar menjadi manusia yang takwa sehingga selamat didunia dan akhirat.
Karenanya mendidik mestilah singkron, antara dua tujuan, yakni dunia dan akhirat. Rasulullah saw. bersabda yang artinya:
“Bukan orang yang baik, yang meninggalkan urusan dunianya karena mencari akhirat, dan bukan orang yang baik, yang meninggalkan akhirat karena mengejar dunia. Orang yang baik adalah yang mengumpulkan (menggabungkan) dunia dan akhirat” Sebaik baik alat perhubungan yang dapat menyampaikan kamu keakhirat ialah dunia. Maka dari itu kendaraialah dunia itu, agar kamu sampai ketempat yang kau tuju, yakni akhirat” (Al hadist).
Bila mempunyai anak hanyalah dengan tujuan yang tidak jelas,atau hanya akibat sekedar melampiaskan nafsu biologis saja maka apakah bedanya dengan binatang?.orang yang baik selalu memperhitungkan laku perbuatanya didalam mendidik, dan memperturutkan garis lurus atau menyimpang dari jalan yang benar. Karena anak adalah suatu proyek dari sebagian hidup kita, dan disinilah letak kedudukan tanggung jawab orang tua. Rasulullah saw. Bersabda yang artinya: “seperi laki laki menjadi pemelihara (pemimpin) dalam keluarganya (anak, isteri dan lainya), dan bertanggung jawab terhadap (baik buruknya) pemeliharaanya itu” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Jelaslah bahwa tujuan dalam hidup ialah lahirnya generasi yang bersyukur dan bertakwa kepada Allah., maka mendidik adalah syarat mutlak dari kehidupan. Beban ini tidak bisa ditawar tawar lagi, karena merupakan sebagian dari bakti atau ketakwaan kita kepada Allah.

3.MENDIDIK



Telah maklum bersama bahwa anak adalah merupakan amanat dari ALLAH, maka tidaklah ringan beban orang tua dalam menerima amanat tersebut.tentu saja suatu amanat hendaknya dipelihara dan dirawat sesuai dengan pesan pemberi amanat.
Maka bilamana sementara orang mengnggap bahwa anak hanyalah sebagai kebanggaan saja, sebagai sesuatu untuk menyombong dan pameran, kemudian anak tersebut tidak dididik dan dibimbing sesuai amanat ALLAH .amat celakalah orang tersebut. Akibatnya tentu fatal, antara lain anak akan menyeret orang tua terseret kelembah neraka di akhirat dan mendapat malu didunia

ALLAH Berfirman dalan surat At tahrim ayat 6 yang artinya:
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan
Berdasarkan ayat diatas, maka tidak ada alternatif lain bagi orang tua kecuali mendidik dan membimbing kejalan ALLAH.
Perubahan jaman yang begitu cepat, suasana lingkungan dan perkembangan teknologi mempunyai dampak yang besar terhadap kerkembangan jiwa manusia. Kita sebagai orang tua, yang hidup ditengah jaman ini, dengan bekal yang kita terima ketika kita masih kecil nyaris tenggelam ditelan kemajuan jaman saat ini.karenanya bila anak hanya dibekali seadanya tanpa dipersiapkan untuk menghadapi hidup yang akan datang tentu tidak akan mampu mengarungi ronanya kehidupan.

Rosulullah saw. Bersabda yang artinya;
Didiklah anak anakmu, karena mereka itu dijadikan buat menghadapi jaman yang sama sekali lain dari jamanmu ini
Denga sabda Rasulullah saw. Jelaslah bahwa sejak kecil anak anak seharusnya telah mendapat pendidikan.dan menurut hasil penelitian ilmu pengetahuan modern yang dominan membentuk jiwa manusia adalah lingkungan, dan lingkungan yang pertama kali dialami oleh seorang anak adalah ayah dan ibu.

Disini pula pentingnya mengapa mendidik anak dimulai sejak dini, karena perkembangan jiwa anak telah mulai tumbuh sejak dia masih kecil, sesuai dengan fitrahnya. Dengan demikian maka fitrah manusia itu kita salurkan,kita bimbing dan kita juruskan kepada jalan yang seharusnya sesuai dengan arahnya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw: Yang artinya
Setiap anak dilahirkan atas fitrah ( kesucian agama yang sesuai dengan naluri), sehingga lancar lidahnya, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi.( H.R. Abu Ya la, Thabrani dan Daihaqy,dan ada lafald lain yang diriwayatkan Bukhari)

Adapun mendidik dan membimbing manusia kejalan agama yang benar itu amat dicintai ALLAH, sebagai mana sabda Rasulullah saw yang artinya:
Sesungguhnya orang Mumin yang paling dicintai disisi ALLAH ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada ALLAH dan memberi nasehat kepada hambanya, sempurna akal pikiranya serta menasehati pula dirinya sendiri dah menaruh perhatian serta mengamalkan ajara Nya selama hayatnya, maka dia beruntunglah dan memperoleh kemenanga.” ( Riwayat dari Ibnu Abbas r.a)

2.BELAJAR




What is Learning?



BATASAN BELAJARBelajar (Learning) sering diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang secara relatif bersifat terus menerus sebagai akibat dari pengalaman (Davidoff, 1981: 130).Dalam batasan tersebut, makna belajar mengandung unsur: (1) perubahan tingkah laku, (2) relatif terus menerus, (3) pengalaman. Masing-masing unsur akan dijelaskan dalam uraian berikut ini.Perubahan Tingkah LakuSuatu kegiatan disebut belajar jika dengan kegiatan itu sang pelaku mengalami perubahan tingkah laku. Jika dia tidak mengalami perubahan tingkah laku, berarti dia belum (atau tidak) belajar. Misalnya, seseorang yang bernama Paijo mengendarai sepeda motor tidak mau mengenakan helm standar sebagaimana dianjurkan oleh polisi. Dia hanya mengenakan helm ciduk. Suatu hari dia mengalami kecelakaan. Dia mengalami gegar otak. Untuk penyembuhan, dia harus menjalani perawatan dalam waktu yang lama. Setelah sembuh, dia selalu mengenakan helm standar sebagaimana dianjurkan polisi. Dia kapoooook pok tidak mau lagi memakai helm ciduk. Dia sadar bahwa yang dianjurkan polisi itu benar. Naaaaahhhh, dia baru saja mengalami proses belajar. Di dalam dirinya ada perubahan tingkah laku.Lain halnya dengan si BEGO berikut ini. Dia mengalami peristiwa yang sama dengan yang dialami Paijo. Si Bego juga mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena tidak memakai helm standar, dia mengalami gegar otak. Setelah sembuh dari sakitnya, dasar bego, dia justru tidak mau memakai helm. Kepalanya dibiarkan tanpa pelindung kepala. Suatu hari dia kecelakaan lagi, dan ... selamat jalan bego, dia meninggal dunia. Naahhh, apa yang dialami si bego ini tidak bisa disebut belajar. Si Bego tidak pernah belajar dari pengalaman kecelakaan yang dialaminya.Relatif Terus MenerusRelatif artinya tidak mesti, tidak selalu begitu. Relatif terus menerus berarti tidak benar-benar terus menerus. Yaa kadang-kadang lupa, ingat lagi, lupa lagi, ingat lagi, berubah lagi, tidak berubah lagi. Yaa namanya juga belajar, tidak langsung berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak sopan menjadi sopan, dari tidak sadar menjadi sadar. Semuanya butuh proses, ada proses yang pendek dan ada proses yang panjang. Makanya disebut relatif terus menerus gitu lho. Makanya kalau ada anak sedang belajar sopan santun yaa jangan dimarahin ketika dia belum sopan, karena dia sedang mengalami perubahan yang secara relatif bersifat terus menerus.Tetapi yang lebih penting kita pahami bahwa makna terus menerus itu berarti jangka panjang. Perubahan itu bersifat panjaaaaaaaang sekali. Jika hari ini berubah dibandingkan kemarin, terus besok balik lagi kayak kemarin, itu namanya bukan perubahan terus menerus. Itu bukan belajar. Itu namanya perubahan sesaat.PengalamanApa yang membuat orang yang sedang belajar tersebut “berubah” adalah pengalaman. Seperti kasus kecelakaan Paijo, yang membuat dia berubah adalah pengalaman kecelakaan. Tanpa dengan kecelakaan, mungkin Paijo masih suka memakai helm ciduk. (Anda yang bernama Pijo jangan marah, ini bukan Anda).Perlu kita ketahui bahwa pengalaman di sini tidak mesti berupa kecelakaan. Pengalaman bisa saja diperoleh dari membaca buku, mendengarkan berita di televisi, membaca berita di koran, melihat pengalaman orang lain, dan sebagainya. Sebagai contoh, karena membaca berita sekian banyak orang mengalami kecelakaan fatal karena tidak mengenakan helm standar, Paimin selalu mengenakan helm standar. Meskipun diejek teman-temannya sebagai cah ndeso, penakut, Paimin tetap saja memakai helm standar. Mengapa??? Karena Paimin mendapatkan pengalaman tidak langsung dari hasil membaca berita.Apakah harus Pengalaman?Berikut ini sebuah renungan. Berikut ini sebuah sanggahan bahwa belajar tidak mesti dari pengalaman. Lho???Banyak ahli psikologi menyatakan bahwa perubahan-perubahan tingkah laku tidak mesti sebagai hasil dari pengalaman. Davidoff (1981), misalnya, mengatakan bahwa “Changes in behavior cannot always be attributed to experience, of course”.Contohnya begini. Kelelahan, narkoba, dorongan, emosi, dan kematangan bisa mengubah tingkah laku orang. Tetapi pengaruh pengalaman yang bernama kelelahan, narkoba, dorongan, emosi, dan kematangan ini tidak bisa dikatakan belajar. Nggak percaya???
KelelahanOrang yang sedang lelah berubah dari ngomong lancar menjadi ngomong tak lancar, wajah ceria menjadi tidak ceria, konsentrasi bagus jadi konsentrasi kacau. Tetapi semua itu bukan hasil belajar, meskipun itu sebagai hasil pengalaman yang bernama LELAH. Mau bukti??? Suruh saja orang yang lelah itu tidur yang cukup, setelah bangun dia pasti segar kembali, ngomongnya lancar lagi, konsentrasinya bagus lagi, semangatnya bangkit lagi. Jadi pengalaman semata belum tentu merupakan faktor belajar.NarkobaSetelah mengalami minum narkoba, seseorang jadi tampak segar, konsentrasi bagus, ngomong lancar. Minum narkoba ini kita sebut pengalaman. Tetapi apakah pengalaman itu merupakan belajar? Mari kita tunggu hingga pengaruh narkoba itu habis, apakah dia masih segar? Masih konsentrasi bagus? Masih bisa ngomong lancar? Jawabannya: TIDAK. Ini berarti bahwa pengalaman yang bernama minum narkoba ini bukan penyebab dia berubah tingkah laku yang bersifat terus menerus jangka panjang. Perubahan karena narkoba hanya bersifat pendek.DoronganContoh yang ketiga adalah pengalaman yang berupa dorongan. Dorongan juga tidak mempengaruhi belajar, karena perubahannya hanya sebentar. Mau bukti?? Ketika sedang lapar, dorongan untuk menyantap makanan besar sekali. Tuh ketika bulan Romadlon, menjelang buka puasa itu maunya kita menyantap habis semua masakan. Tetapi setelah makan, perut kenyang, masihkah dorongan itu? Tidak. Kita sudah tidak mau makan lagi. Ditawari yang enak-enak pun sudah tidak mau. Naaaaahhh, ini artinya tingkah laku ketika lapar itu (dorongan) tidak bisa diklasifikasikan sebagai belajar. Sifatnya hanya sesaat.EmosiEmosi juga bukan faktor yang mengubah tingkah laku (belajar). Anda misalnya, ketika sedang cemburu sama pasangan Anda emosi Anda naik hingga seratus derajad celcius. Gelas bisa pecah, kepalan tangan bisa menghantam tembok baja, gigi-gigi gemeretak bak mau mengunyah habis lawan Anda. Apakah perubahan ini terus menerus??? Tidak. Begitu rasa cemburu Anda hilang, yaaa karena ternyata tidak terbukti, Anda jadi menyesal karena telah memecahkan gelas, kepalan tangan Anda tidak keras lagi, dan gigi-gigi Anda berhenti bergemeretak.KematanganKematangan termasuk pengalaman. Kematangan bisa mengubah tingkah laku, dan perubahan tingkah laku akibat kematangan juga berlangsung lamaaaaaa sekali. Tetapi perubahan tingkah laku akibat kematangan BUKAN termasuk belajar.Contohnya, anak Anda berubah dari tidak bisa berjalan menjadi bisa berjalan. Apakah anak tersebut membutuhkan teknik-teknik berjalan? Tidak. Secara instinktif, dia bisa berjalan ketika sudah tiba waktunya. Yang dibutuhkan anak untuk berjalan hanyalah kesempatan (opportunity), lingkungan, fasilitas (kemudahan). Hal ini sama dengan apa yang dibutuhkan anak-anak sapi, anak kerbau, anak-anak kambing ketika tiba masanya berjalan.Davidoff (1981) menyebut kematangan ini dengan istilah “fixed action patterns” atau pola-pola tingkah laku yang pasti. Fixed action patterns ini meliputi tanggapan-tanggapan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.1. Species-specific (observed among all normal same-sexed members of a species). Maksudnya tiap-tiap spesies memiliki ciri-ciri khusus. Manusia mempunyai ciri-ciri khusus. Kambing mempunyai ciri-ciri khusus. Katak mempunyai ciri-ciri khusus. Ciri-ciri khusus manusia (soal kematangan) berbeda dengan yang dimiliki kambing dan katak. Itupun masih dibatasi dengan laki-laki dan perempuan. Sama-sama tergolong manusia, tetapi kalau beda jenis kelamin kematangannya juga berbeda.2. Highly stereotyped.(similar whenever executed). Maksudnya bahwa kematangan itu benar-benar merupakan ciri baku dari suatu spesies. Jelasnya, yang namanya manusia kalau mengalami proses perubahan yaaa begitu itu, tidak seperti anak sapi atau anak kambing.3. Completed, once initiated. Maksudnya bahwa kematangan itu lengkap, dimulai dari kematangan yang satu terus diikuti oleh kematangan-kematangan yang lainnya. Anak umur satu tahun mengawali kematangan dari kematangan berjalan dan berbicara. Tidak mungkin anak usia satu tahun matang urusan sex atau sosial yang luas..4. Largely unlearned (al least independent of specific traning). Maksudnya secara umum tidak perlu dipelajari. Kematangan akan datang secara alamiah bersamaan perkembangan dan pertumbuhan suatu spesies.5. Resistant to modification. Maksudnya anti perubahan. Meskipun kita usahakan berubah lebih cepat, kalau belum tiba masanya yaaaa tidak mau berubah. Anak usia satu bulan kita paksa berjalan, yaaa tidak bisa.6. Triggered frequently by a very specific environmental stimulus. Maksudnya bahwa kematangan itu diletuskan oleh setiap rangsangan dari lingkungan. Maaf, kata ‘diletuskan’ ini mungkin kurang bisa Anda pahami, tetapi menurut saya inilah kata yang paling tepat. Artinya begini, ketika anak sudah tiba masanya untuk berjalan, tiba-tiba ada situasi tertentu yang diciptakan oleh lingkungan, sehingga tiba-tiba anak itu berjalan. Nah, inilah yang dimaksudkan dengan ‘diletuskan’ oleh rangsangan dari lingkungan.Sekali lagi, kematangan BUKAN termasuk belajar, meskipun perubahan sebagai akibat kematangan ini berlangsung lama sekali. Bahkan bisa sampai akhir hayat perubahan akibat kematangan itu masih ada. Anak yang sudah bisa berjalan akan tetap berjalan hingga akhir hayatnya.